Photobucket
News Update :

Halaman

Dhaifah Dina. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau dapat terbang di udara, maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Jika amalannya sesuai as sunnah, maka ia wali Allah, namun jika amalannya tidak sesuai dengan as sunnah, maka ia adalah wali syaithan”. [A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193]. "

Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Hidayatullah.com - Berita dunia Islam terdepan

Sabtu, 30 Juni 2012

Sikap Umat Islam Terhadap Madzhab

Terhadap adanya madzhab, umat Islam terbagi 2 golongan besar, yakni :
1. Mereka yang menyatakan anti madzhab
2. Mereka yang merasa wajib bermadzhab
Untuk golongan pertama, telah dirintis oleh tokoh-tokoh anti madzhab sekelas Ibn Taimiyah, Ibn Hazm dan Ibn Qoyyim. Kemudian semakin populer setelah dikomandoi oleh Muhammad bin ‘Abdul Wahab (Saudi), Muhammad Abduh & Rasyid Ridho (Mesir) serta Sayyid Jamaludin Al Afgani (Afganistan).

Muh. Abduh berpendapat bahwa kemunduran umat Islam disebabkan karena tidak adanya kebebasan dalam berfikir/berijtihad, sehingga beliau berfatwa mengharamkan melakukan taqlid terhadap imam mujtahid. Hal ini ternyata sejalan dengan penguasa Inggris di Mesir pada waktu itu. Bahkan para penguasa tersebut tidak segan-segan mempelopori fatwa-fatwa baru yang dinamakan kelompok Islam modern yang isi berbagai fatwanya atau hukumnya ternyata banyak yang menyalahi aturan Islam itu sendiri, seperti adanya aturan persamaan hak waris laki-laki dan wanita, pelarangan poligami dan lain sebagainya. Intinya, faham mereka menganjurkan kepada setiap umat Islam untuk melakukan ijtihad tanpa memandang kemampuan mereka di bidang ilmu agama serta melarang melakukan bermadzhab kepada imam mujtahid.

Konsep Muh. Abduh di atas memang cukup ideal jika diberlakukan di masyarakat Islam yang telah siap dan menguasai ilmu keislaman. Sementara kondisi umat Islam didunia sekarang ini terbagi menjadi 3 golongan.
1. Golongan berpendidikan rendah, dimana bentuk penjabaran dan penalaran ilmu keislamannya sangat rendah, tidak punya daya kritis dan analisis. Bagi mereka, mengerti apa arti dan manfaat ijtihad saja mungkin tidak tahu, apalagi dituntut untuk berijtihad sendiri.
2. Golongan berpendidikan menengah, dimana kadar penalaran ilmunya dalam taraf menengah, menguasai ilmu-ilmu yang sifatnya praktis dan mendesak, namun belum terpikirkan bagaimana konsep Islam di masa yang akan datang.
3. Golongan berpendidikan tinggi adalah orang-orang atau pemikir yang merasa terpanggil dalam memecahkan berbagai persoalan hukum di masyarakat. Dan dalam Islam, seorang intelektual adalah mereka yang memahami sejarah bangsa, melahirkan gagasan baru serta menguasai sejarah Islam. Dan di dalam al Quran, mereka dinamakan Ulul Albab.

Dengan melihat peta demografi umat Islam, dimana golongan ke 3 jauh lebih sedikit daripada golongan 1 dan 2, maka tak mungkin golongan 1 dan 2 mampu melakukan ijtihad sendiri. Satu-satunya jalan untuk golongan 1 dan 2 adalah bertanya kepada ahli ilmu sesuai dalil Q.S 16:43. Seluruh ulama ushul telah sepakat bahwa ayat ini sebagai dasar pertama untuk mewajibkan orang awam agar taklid kepada imam mujtahid dan mereka sepakat bahwa hanya 4 imam mujtahid yang telah disepakati bersama sebagai rujukan kaum muslimin dunia dalam bermazhab yakni Imam Syafi'i, Imam Hambali, Imam Hanafi dana Imam Maliki.(Sumber)

Bacaan Haugalah

لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم

Laa haula walaa quwwatra illa billaahil ‘aliyyil azhiim
Artinya : “Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecualli atas pertolongan Allah Yang Maha Luhur dan Maha Agung”

Makna dari kalimat tersebut adalah tidak ada daya dalam menjauhi maksiat kepada Allah dan tidak ada kekuatan dalam menjalankan ibadah kepada Allah kecuali keduanya atas pertolongan dan kehendak Allah semata. Menurut sebagian pendapat ulama, merasa tidak berdaya dan tidak punya kekuatan adalah ciri dari sifat ikhlas.
Nabi Ibrahim a.s menyebut kalimat hauqalah dengan sebutan ghiraasil jannah atau taman surga, oleh karenanya, beliau menganjurkan untuk memperbanyak kalimat tersebut.

Bahkan Abu Dunya menerangkan bahwa siapaun orang yang membiasakan membaca kalimat hauqalah setiap hari minimal 100 kali, maka dia akan terhindar dari kefakiran. Ada juga yang menganjurkan untuk selalu membacanya sedikitnya 300 kali, ketika terjadi kesedihan di kalangan umat Islam, insya Allah kedukaan tersebut akan segera diganti dengan kebahagiaan. (Sumber)

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Pertanyaan:

Apakah boleh bagi seseorang muslim ketika membasuh muka pada saat berwudhu mengucapkan: “اللهُمَّ بَيِّضْ وَ جْهِيْ كَمَا بَيَّضْتَ وُجُوْهًا وَ كَمَا سَوَّدْتَ وُجُوْهًا, اللهُمَّ اجْعَلْنِيْ أَشْرَبُ مِنْ مَاء الجَنَّة...” ?

Jawab:

Doa tersebut tidak dibaca ketika membasuh muka, kerena perbuatan tersebut bukan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membuat amalan Ibadah baru dari perkara kami (agama ini -red), yang bukan bagian darinya (agama ini), maka amalan itu tertolak” (HR. Bukhari: 3/525), di hadits lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah kami untuk mengamalkannya, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Bukhara:5/156). Nabi tidak perna membaca doa ketika membasuh wajah, akan tetapi (yang benar) bahwa beliau membaca pada permulaan wudhu: “بِسْمِ اللّهِ”, dan ketika selesai berwudhu: “أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللّه وَحْدَ هُ لاَ شَرِيْكَ لهُ, وَ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ” adapun hikmah di balik itu wallahu a’lam yaitu bahwa hal tersebut mengumpulkan dua bentuk bersuci, (pertama): Bersuci dengan air dari hadats kecil dan besar, dan ini disebut bersuci yang nampak (terlihat), kemudian (yang kedua): Bersuci dengan dua kalimat syahadat dari kesyirikan, maka terkumpulah dua bentuk bersuci; bersuci dari hadats dan dari syirik, inilah hikmah wallahu a’lam. Adapun selain doa tersebut, maka tidak dikatakan sebagai doa di dalam berwudhu, karena hal tersebut tidak ada (dalil) yang menetapkan bahwa hal tersebut dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

[Sumber:Al-Muntaqa Min Fatawa fadilah Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan jilid 3/8-9]

Yordania Cemas Kesepakatan Israel-Vatikan, Zionis Bangun Museum dekat Masjid Aqsha

Departemen Luar Negeri Yordania mengungkapkan kecemasan Yordania atas berita baru-baru ini tentang perundingan yang terjadi antara Vatikan dan entitas Zionis Israel untuk menandatangani kesepakatan yang mengatus hak-hak dan urusan tempat-tempat suci Kristen di kota suci al Quds.Jurubicara Departemen Luar Negeri Yordania, Shabah Rafi’i, dalam pernyataan pers hari Rabu (27/06/2012), mengatakan bahwa Menlu Yordania Nasher Jauda telah memanggil Dubes Tahta Suci Vatikan di Amman dua hari yang lalu. Menlu Yordan mengungkapkan kepada dubes Vatikan tentang kecemasan Yordania terhadap perundingan tersebut.
“Menlu Jauda telah menyampaikan kepada dubes Vatikan bahwa kesepakatan yang akan ditandatangani antara Vatikan dan entitas Zionis Israel terkait masalah pajak dan harta milik geereja bisa ditafsirkan bahwa itu adalah pengakuan secara implisit dari Vatikan akan kedaulatan Zionis atas al Quds Timur,” ujar Shabah dikutip Information Palestine Centre (PIC).

Shabah menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri Yordania telah meminta dari dubes Vatikan agar menyampaikan rincian draf perjanjian secara kepada Yordania. Dia menegaskan sikap Yordania yang menolak setiap langkah yang menyerang identitas al Quds Timur sebagai tanah pendudukan.
Pusat Yahudi di Masjid Al-Aqsha
Sementara itu, Yayasan wakaf dan warisan al-Aqsha (AFEH) mengungkapkan, penjajah Zionis telah menyetujui pendanaan sekitar empat juta shekel (lebih dari US$1 juta) untuk membangun sebuah pusat Yahudi.
Tempat itu akan dinamakan museum audio visual dan dibangun di pintu masuk Wadi Hilweh, hanya beberapa meter dari selatan Masjid al-Aqsha. Yayasan tersebut menambahkan, tempat itu juga akan membangun sebuah sumur dengan kedalaman tujuh meter.
Seperti Sahabatalaqsha.com, museum akan terhubung dengan jaringan terowongan yang digali penjajah Zionis di bawah Masjid al-Aqsha.

Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tujuh bangunan ‘Talmudik’ Yahudi di sekitar masjid al-Aqsha. Penjajah Zionis telah melakukan penggalian yang luas untuk membangun museum itu.
Disebutkan juga bahwa Zionis ‘Israel’ mencegah kru dari yayasan untuk mengunjungi wilayah itu selama kunjungan lapangan mereka. Penjajah Zionis beralasan daerah itu bukan area publik.
Yayasan Wakaf al-Aqsha memperingatkan ummat Islam agar mewaspadai peningkatan rencana dan aksi Zionis untuk meng-Yahudikan wilayah di sekitar masjid al-Aqsha.(Sumber)

Jumat, 29 Juni 2012

Kaum Kafirin Ingin Keluar dari Neraka

Sementara para pemikul “Arasy dan malaikat di sekitar mempersembahkan doa ini kepada Tuhannya bagi kaum mukminin, kita menjumpai orang-orang kafir berada di suatu tempat di mana setiap diri mencari-cari penolong, sedang penolong itu sangatlah langka. Kita menjumpai orang-orang kafir itu tatkala segala hubungan antara mereka dengan setiap orang dan setiap benda yang ada di alam ini telah terputus. Tiba-tiba mereka dipanggil deri segala penjuru dengan nada menghinakan, membenci, dan menggugat. Tiba-tiba mereka berada di tempat kehinaan setelah sebelumnya berlaku congkak; berada di tempat yang tidak mungkin menggapai harapan,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِن مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ ﴿١٠﴾ 
قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِّن سَبِيلٍ ﴿١١﴾ 
ذَلِكُم بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِن يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ ﴿١٢﴾

 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari Kiamat), ‘ Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencian kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman tapi kamu kafir. ‘Mereka menjawab .’Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka, adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?’ Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah dipersekutukan . Maka, putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.’’’ (al-Mu’min : 10 – 12 )
 

Al-muqtu  berarti kebencian yang kuat. Mereka diseru dari segala penjuru bahwa kebencian Allah kepadamu tatkala kamu diseru kepada kaimanan, lalu kamu ingkar, adalah lebih hebat daripada kebencian kamu atas dirimu sendiri. Sekarang kamu mencari-cari sesuatu yang dapat menyelamatkan kamu dari keburukan dan dari sesuatu yang dibenci karena kekafiran dan berpalingan kamu dari seruan keimanan sebelum habis waktunya. Alangkah menyakitkan peringatan dan gugatan ini pada situasi yang menakutkan dan sulit itu.

Sekarang, sedang penutup tipuan dan kesesatan telah jatuh, mereka mengetahui bahwa yang menjadi pusat tujuan hanyalah Allah Ta’ala.

Mereka berkata. ‘Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)? ‘ (al-Mu’min : 11)


Itulah pertanyaan yang hina, putus asa dan menestapa. “Ya Tuhan kami, “  padahal dahulu mereka kafir dan mengingkari-Nya. Engkau telah menghidupkan kami pada pertama kali. Ruh ditiupkan ke benda mati, tiba-tiba hidup , tiba-tiba kami hidup. Kemudian Engkau menghidupkan kami lagi setelah kami mati, lalu kami mengeluarkan kami dari tempat kami ini. Kami benar0benar mengakui dosa-dosa kami . “Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” Bentuk nakirah  ini menyiratkan keletihan dan keputusan yang pahit.
Di bawah situasi nestapa ini, dilontarkanlah kepada mereka alasa sehingga mereka kembali ketempat seperti itu ,  “ Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan, kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka, putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang MahaTinggi lagi Mahabesar .’ (al- Mu’min : 12)
 

Inilah yang menuntunmu ketempat yang hina itu, yaitu keimananmu kepada sekutu dan kekafiranmu kepada keesaan Allah. Keputusan ada di tangan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Itulah dua sifat yang serasi dengan konteks pemberlakuan keputusan. Yaitu, pengusaan atas segala sesuatu dan keagungan atas segala sesuatu pada maqam keputusan terakhir. (Sumber)

FPI: Lecehkan Islam, Olga tak Berhak Hidup di Bumi

Ketua DPD FPI DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos (Habib Selon) mengatakan, Olga Syahputra telah melecehkan Islam dan tidak berhak hidup di muka bumi.

"Siapapun yang melecehkan umat islam, melecehkan agama Allah, tidak ada tempat di muka bumi, siapapun apalagi Olga. Salam jangan dibilang pengemis, ini doa. orang yang memberikan salam itu mendokan, kok dianggap pengemis, ini pelecehan agama," kata Habib Selon seperti dilansir itoday, Senin kemarin (25/6).

Habib Selon mempertanyakan status agama Olga Syahputra yang melecehkan ucapan salam itu. "Kenapa dia tidak jawab salam. Menjawab salam itu wajib. Dia itu orang Islam atau kafir. Ketua DPD FPI DKI mempertanyakan ke Olga Islam atau kafir," jelasnya.

Kata Habib Selon, FPI akan mendukung masyarakat yang mengajukan Olga Syahputra ke Komisi Penyiaran Indonesia. "FPI akan dukung masyarakat yang mengadukan Olga ke KPI," paparnya.

Habib Selon juga mengatakan, FPI tidak akan tinggal diam ulah yang dilakukan Olga Syahputra itu. "Jangan macam-macam Olga, kami tidak akan tinggal diam, sebelum Olga minta maaf kepada umat Islam," jelas Habib Selon.

Selain itu, ia juga mengkritisi gaya Olga yang kebencong-bencongan. "Orang laki-laki menyerupai perempuan, itu telah menyalahi kudrat Allah dan melanggar hukum Allah, KPI sudah menegur, FPI mendukung langkah KPI artis yang kebencong-bencongan," ungkapnya.

Kata Habib Selon, FPI juga akan mengadukan Olga Syahputra ke aparat kepolisian. "Ini sudah bisa menyangkut pelecehan agama dan bisa diajukan ke aparat penegak hukum, aparat kepolisian," pungkas Habib Selon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Olga Syahputra pada acara ‘Fesbukers’ yang tayang secara live di ANTV, Selasa (19/6). Ketika itu, artis Julia Perez menerima telepon live dari pemirsa dengan menyapa ‘Assalammu'alaikum’. Namun Olga menimpali salam Jupe dengan mengatakan, "Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu." (Sumber)

Ormas Islam Desak Menkes Cabut Program Kondom

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencabut program kampanye kondom bagi pelaku seks berisiko. Pasalnya program tersebut justru kontraproduktif bagi upaya pemerintah dalam mengurangi atau mencegah menyebarnya HIV/AIDS.

"Kami terkejut dan terkaget-kaget dengan rencana Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang akan membagi-bagikan kondom pada pelajar," tegas Ketua Umum LPOI Said Aqil Siroj, dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2012).

Said yang juga Ketum PBNU bersama 13 ormas Islam yang tergabung dalam LPOI menegaskan bahwa program pembagian kondom oleh Kemenkes tidak bisa ditolerir. Karena program tersebut menurut LPOI justru menolerir adanya hubungan seks bebas yang dengannya justru memberikan dorongan psikologis bagi para pelajar untuk berbuat seks.

"Mau jadi apa negara ini kalau seakan-akan dipersilahkan pakai kondom. Kami meminta rencana tersebut dicabut," ucap Said.

Menkes Nafisah Mboi, lanjutnya, diingatkan LPOI untuk tidak membuat program-program yang dapat menimbulkan dorongan hubungan tidak halal atau berzina. Akan lebih baik jika program-program kesehatan dilakukan dengan jalan penyadaran melalui pembinaan akhlak, budi pekerja ataupun program penyadaran moralitas.

Dia juga mengatakan, sebagai negara yang berketuhanan sudah seharusnya setiap kegiatan dilakukan dengan dilandasi nilai-nilai ketuhanan. Yakni sejalan dengan Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.(Sumber)

Populer

“ Malam itu panjang, maka jangan pendekkan dengan tidurmu dan siang itu begitu terang maka janganlah kau menjadikan gelap dengan dosa-dosamu (Yahya bin Muadz) "
 

© Copyright Infoku 2012 -Sekarang | Design by Muslim Asy'ariyah | Published by Pemudi Muslim Bersatu | Powered by Muslim.